TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG KE BLOG KAMI

GAZEBO PEMANIS TAMAN

GAZEBO PEMANIS TAMAN

Ornamen jagoan dalam desain taman tidak lain dengan menghadirkan gazebo. Tidak hanya menambah nilai keindahan taman anda, keberadaan gazebo semakin mewujudkan keinginan anda untuk menyatu dengan alam. Bagaimana cara memilih jenis dan desain gazebo untuk mempermanis taman anda? Dan bagaimana desain taman anda dirancang agar siap untuk menyatu dengan kehadiran gazebo?

Gazebo, saung, pavilion taman, adalah sebutan yang popular untuk bangunan semi permanent yang berada di tengah suatu taman. Bentuk sederhana tanpa dinding, gazebo hanya terdiri dari lantai, tiang penyangga atap dan atap saja. Ada yang mempermanis dengan pagar sekeliling untuk safetysaja apabila berada di tempat yang tinggi atau dikelilingi air. Pada jaman dahulu, fungsinya sebagai tempat beristirahat para bangsawan yang berjalan-jalan menikmati keindahan taman istana yang sangat luas.

Tetapi jangan berkecil hati apabila anda menginginkan kehadiran gazebo di halaman rumah anda, walaupun anda bukan bangsawan dan tidak memiliki taman yang sangat luas. Berbagai macam desain gazebo pun dapat menjadi pilihan untuk mempercantik taman rumah anda.

Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada para pemilik gazebo yang telah sukses menghadirkan elemen ini di taman rumahnya, karena dedikasinya kepada desain taman. Harga per-unit yang dapat dikatakan paling mahal dibanding elemen taman lainnya membuat banyak orang menjadi enggan untuk menghadirkannya di halaman rumah.

Dilihat dari bentuknya yang besar dan berupa bangunan semi permanent, apabila kita tidak berhati-hati, kehadirannya dapat menjadi boomerang bagi desain taman kita. Taman dan pemandangannya menjadi berkesan sempit dan orang enggan duduk dan bersantai di gazebo yang sudah membuat anda merogoh kocek dalam-dalam.

Seperti apakah taman yang cocok untuk dihiasi gazebo? Pertama anda harus mengamati ukuran, bentuk, aktivitas di taman dan pemandangan yang ada dan dapat anda nikmati di taman anda. seberapa besarkah taman anda? Sebaiknya luasan gazebo tidak lebih dari 1/5 luasan taman anda. Apabila gazebo anda lebih besar dari itu maka taman anda terlihat penuh sesak dengan bangunan dan tidak asri lagi. ukuran gazebo sendiri minimal 2x2 meter agar kegiatan bersantai di dalamnya dapat leluasa.

Sama dengan teras rumah, keberadaan gazebo bertujuan agar kita dapat menikmati pemandangan. Tidak hanya keindahan taman anda, juga pemandangan di luar rumah yang mengelilingi anda, seperti pegunungan, lembah, sungai kecil bahkan city light. Sebisa mungkin gazebo berjarak cukup jauh dari dinding atau pagar massif terdekat yaitu sekitar 2 meter. Keadaan ini juga harus dikompensasi dengan adanya pemandangan yang sangat menarik dan leluasa di sisi berlawanan dari dinding, seperti adanya kolam ikan, kolam renang atau sudut taman lainnya. Dengan demikian perhatian kita lebih tertuju ke sisi lainnya itu. Beruntunglah bagi yang memuliki rumah di posisi hook, apalagi di perumahan yang tidak berpagar, karena dapat leluasa menempatkan gazebo pada posisi ideal yaitu di ujung hook halaman rumah anda.

Tidak hanya dengan tembok dan pagar, jarak dengan rumah/ teras terdekat juga harus menjadi pertimbangan kita. Karena pada dasarnya gazebo adalah perluasan teras rumah anda dan anda ingin menikmati aktivitas di taman anda dengan suasana yang meyatu dengan alam. Karena itu usahakan ‘perluasan’ ini anda lakukan ‘seluas’ mungkin. Usahakan gazebo terletak pada garis terjauh dari teras utama rumah anda, tetapi masih dapat terlihat jelas.

Walaupun terletak jauh, gazebo harus mudah dicapai agar dapat sesering mungkin digunakan. Pada taman berkontur apabila perlu dibangun tangga kecil. Sebaiknya jalur menuju gazebo dari teras terbesar dituntun dengan stepping stone yang berkelok-kelok. Apabila tempat gazebo sulit dicapai, seperti tempat yang terlalu terjal, sebaiknya anda berpikir dua kali sebelum membangun gazebo. Kecuali tentunya anda sekeluarga memiliki jiwa petualang.

Aktivitas apa yang ingin anda lakukan di gazebo? Sekedar bersantai, barbeque, sarapan atau minum teh sore hari, tempat bermain dan belajar anak atau untuk mushola? Atau untuk kegiatan yang tidak biasa seperti menempatkan Jacuzzi atau tempat fitness terbuka misalnya. Pastikan luasan yang tersedia cukup sesuai dengan luasan yang leluasa untuk aktivitas anda.

Seperti apakah gazebo pilihan anda?
Setelah anda siap dan bertekad bulat untuk membangun gazebo, bagaimana dengan desain gazebo yang ingin anda pilih. Karena ingin nuansa alami yang kental banyak yang langsung memilih gaya back to nature atau etnik sebagai pilihan. Tapi selain kedua jenis gazebo ini masih banyak model/jenis yang dapat dipilih dengan jenis material yang berbeda-beda pula.

Apakah anda tertarik untuk bereksperimen dengan gaya gazebo yang bermacan-macam? Mulai dari gaya country, modern, minimalis, American tergantung dari selera dan tentunya ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam memilih model gazebo. Pertama-tama tentunya arsitektur/ desain rumah anda. Karena pada dasarnya gazebo merupakan paviliun mini maka sebaiknya tidak melenceng jauh dari arsitektur rumah. terutama bila gazebo anda dapat terlihat dari luar rumah sehingga tidak berkesan tambal-sulam.

Selain arsitektur rumah, juga kita sesuaikan dengan jenis taman rumah anda. Tetapi pada beberapa kasus anda dapat sedikit bereksperimen dengan menggabung gaya desain taman dan gazebo yang berbeda. (lihat box)

Langkah berikutnya dengan menentukan luasan gazebo. Apakah aktivitas yang anda ingin lakukan? Ukuran 2x2 meter sudah cukup besar dan leluasa untuk mengakomodasi berbagai aktivitas. Ukuran ruang dalam minimal 1,5 x 1,5 meter. Lengkapi gazebo anda dengan furniture secukupnya. Apakah aktivitas anda membutuhkan alat/piranti? Apabila piranti tersebut tidak tahan air dan cuaca anda dapat menyediakan tempat penyimpanan khusus yang kedap air. Tetapi sebaiknya kita gunakan material yang tahan cuaca agar tidak merepotkan.

Seperti apa dan material apa yang akan anda gunakan untuk gazsebo anda? Sangat tergantung juga dengan dana yang anda anggarkan. Gazebo built in memang mudah dan hasilnya bagus, anda perlu menganggarkan dana mulai dari 10 – 15 juta tergantung material dan ukuran. Gazebo dari kayu Damar Laut memiliki tampilan yang bagus dan kuat akan terpaan cuaca. Anda perlu merogoh sampai 30 juta per unit untuk memperolehnya. Tidak memiliki dana sebesar itu? Anda dapat memborongkannya kepada tukang kayu dan batu kepercayaan anda atau membuat sendiri. Anda cukup menyediakan dana sekitar 3 - 5 juta rupiah untuk gazebo kayu sederhana.

Percantik taman dan gazebo anda
Wow! Sebesar itukah biaya pembuatan gazebo? Karena itu kita tidak mau menyia-nyiakan uang dan mebiarkan taman kita terlihat ‘seadanya’. Tentunya anda ingin memaksimalkan taman yang sudah anda hias ini. Bagaimana caranya agar taman dan gazebo anda tampil maksimal?

Sesuai dengan harganya, gazebo biasanya merupakan point interest utama dalam taman sehingga desain taman mengikuti desain gazebo. Apabila keputusan menempatkan gazebo muncul setelah taman anda selesai dibangun, sebaiknya ada penyesuaian agar tidak terlihat tambal sulam.

Bila di taman anda terdapat elemen air, seperti air terjun, pancuran maupun hanya kolam biasa sebaiknya berdekatan dengan gazebo. Selain semakin menekankannya point interest taman, kehadiran air baik bunyi, riak maupun kesejukannya akan semakin menambah kenyamanan aktivitas di gazebo. Selain itu elemen air juga memberi pemandangan dari dalam gazebo.

Walaupun gazebo mempunyai atap, sebaiknya terhalang dari sinar matahari langsung. Apabila terdapat pohon besar dapat diletakan berdekatan agar sinar matahari langsung terhalang dan menurunkan suhu udara di dalam gazebo anda. Selain pohon, penghalang sinar matahari dapat berupa semak yang transparan/ pergola. Pergola dapat dipergunakan sebagai aksesories pemanis gazebo anda (lihat box).

Tetapi berhati-hatilah menempatkan gazebo di bawah pohon besar, sebaiknya tidak langsung di bawahnya tetapi di bawah kanopinya saja. Tidak dianjurkan untuk menepatkannya di bawah pohon buah (mangga, rambutan, kelapa) karena buah yang jatuh dapat merusak atap gazebo yang umunya tidak terlalu kuat. Beberapa jenis pohon buah menjadi inang serangga (semut, ulat bulu, kumbang, dll) sehingga apabila terlalu berdekatan dapat mengganggu kenyamanan pengguna.

Untuk lebih menarik anda bersantai di gazebo sesering mungkin, hubungkan rumah / teras dengan stepping stone berdesain unik. Dengan adanya jalur ini anda sekeluarga akan terasa terundang untuk berada di gazebo setiap ingin menikmati keindahan taman. Stepping stone sebaiknya dibuat berkelok-kelok melalui sudut-sudut taman yang menarik lainnya.

Untuk menambah keamanan dan kenyaman, letak gazebo anda sebaiknya dapat terlihat jelas dari dalam rumah. Pastikan pada malam hari juga mendapat pencahayaan yang cukup, baik dari lampu taman atau lampu khusus di dalam gazebo. Untuk tampilan maksimal anda dapat memberikan pencahayaan khusu pada gazebo anda dengan uplight dan lampu mozaik. Paling baik apabila lampu-lampu ini memiliki sekring tersendiri sehingga tidak mempengaruhi pemakaian listrik di rumah anda. Usahakan lampu gazebo dapat dinyalakan dari dalam rumah untuk memudahkan pada cuaca buruk.



BOX
Jenis gazebo
1. natural. Gaya natural dapat ditengarai dari bahan kayu atau batu ekspose sesungguhnya maupun artificial. Model gazebo ini memang paling banyak digunakan. Bahan yang digunakan dapat dari batu dan kayu sungguhan atau dari beton yang dicor dan difinish menyerupai batang kayu. Tampak batu alam didapat dari finishing tempelan batu.
2. etnik. Biasanya terbuat dari bahan kayu atau bamboo. Bentuknya mengadaptasi ornament dari bangunan adat. Seperti joglo, sirap, ornament makota atau… maupun ukiran atau motif lain pada tiangnya. Jenis ini banyak dijual dalam bentuk built in dan tinggal dirakit oleh suppliernya di rumah anda sesuai model dan ukuran yang anda inginkan.
3. country. Identik dengan penggunaan batu alam atau bata ekspose. Bedanya dengan jenis natural, jenis ini bergaris tegas. Tiangnya dapat dari kayu yang dengan finishing natural atau tiang beton dengan finishing batu alam. Walaupun warnanya masih dominant warma natural (kayu, teracota) kadang sudah ada sentuhan bahan artificial seperti keramik dan besi.
4. modern. Sudah tidak didominasi warna natural maupun finishing bahan natural seperti kayu dan batu alam. Biasanya menggunakan material bata, beton dan kayu yang di cat. Bentuknya juga sangat beragam dan tidak melulu seperti gazebo yang biasa ditemui.
5. industrial. Didominasi bahan metal, besi dan alumunium yang berwarna logam. Jenis ini memang jarang dijumpai di taman rumah karena lebih cocok untuk tempat umum seperti di perkantoran atau tempat wisata.
6. classic. Biasanya dihiasi dengan tiang berornamen, seperti pillar. Dengan atap lengkung yang anggun dan bernuansa putih sangat cocok apabila disandingkan dengan rumah bergaya klasik yang dikelilingi taman Perancis/ Victorian.

Untuk mempermanis tampilan gazebo anda dapat dipilih beberapa ornament seperti
1. wind chime / kincir angin. Suara yang mengiringi desiran angin dapat menciptakan suasana berbeda dan menenangkan hati yang mendengarnya. Pilihlah lonceng angin yang sesuai dengan keinginan anda. Dari bamboo, kayu bahkan logam.
2. furniture. Yaitu kursi-meja, bantal, balai-balai/ dipan. Permanent maupun portable. Pada beberapa desain kursi meja dibangun fix, tetapi tidak menutup kemungkinan anda berkreasi dengan bermacam jenis furniture. Pilih yang tahan cuaca dan tahan air agar tahan lama.
3. lampu penerangan maupun decorative (untuk pemakaian malam hari). Untuk penerangan decorative dapat menggunakan lampu sorot, lampu up light, atrau lampu reces (ditanam di lantai atau tembok). Untuk menciptakan efek pencahayaan sederhana dapat mencoba dengan lampu gantung mozaik warna-warni atau berwarna coklat. Cahaya yang lebih redup dapat menciptakan suasana berbeda.
4. trellis/ rambatan tanaman. Bagi yang romantis, rambatan tanaman pada tiang dan sekeliling atap gazebo sanagat cocok. Pilihlah tanaman yang tidak terlalu berat, seperti Stepanut, clematis dan air mata pengantin. Alamanda, Sudokalimo atau Flame of irian terlalu berat dan rimbun. Pastikan struktur gazebo anda cukup kuat untuk menahan beban tambahan. Apabila tidak pergunakan perkuatan besi beton atau struktur tersendiri.



aspek teknis
1. material gazebo.
Beton atau pasangan bata adalah material yang paling kuat dan tahan cuaca. Finishing tidak selalui dengan cat, anda dapat berkreasi dengan berbagai batu alam, keramik, teracota dan lain-lain. Tentunya karena strukturnya lebih berat, harganya pun cukup mahal.
Kayu memiliki struktur yang ringan. Tetapi tidak semua kayu tahan cuaca. Biasanya kayu kelapa atau damar laut menjadi pilihan yang cukup baik. Permukaan kayu akan melapuk dimakan cuaca karena itu harus dicat/ coating ulang secara berkala.
Besi juga relative ringan, kuat dan tahan lama. Pastikan anda memilih besi yang bermutu baik dan diberi perlakuan anti karat.
2. pondasi dan struktur. Semakin berat material gazebo tentunya butuh pondasi yang semakin kuat. Tanah tempat gazebo anda juga harus stabil. Atap yang terlalu tinggi dapat membuat struktur mahal karena harus menahan beban dan angina yang terlalu besar. Pisahkan struktur lantai dengan struktur atap dan tiang agar beban lebih kecil. Biasanya tiang hanya mebutuhkan pondasi umpak setempat saja. Sebelum membuat jelaskan kepada ahli bangunan anda agar tidak terjadi kesalahan.
3. drainage. Karena selalu terekspose air hujan maka drainage pada lantai sangat perlu. Pada lantai semen atau lantai keras lainnya dapat diberi kemiringan 1% ke satu arah saja. Apabila menggunakan con block tidak perlu karena bahan ini meneruskan air.
4. instalasi listrik. Sebaiknya memiliki jalur sendiri. Untuk menjaga apabila terjadi kosleting maka listrik di dalam rumah tidak terpengaruh. Jalur dapat disatukan dengan instalasi penerangan taman. Sebaiknya kabel-kabel ini ditanam dalam beton atau dibungkus pipa pralon agar terlindungi dari panas dan hujan. Udara panas atau sinar matahari langsung dapat menyebabkan kawat getas dan mudah rapuh.

Nama-nama Tanaman Lanskap

Nama-nama Tanaman Lanskap

1 Adam hawa = Rhoeo discolor
2 Air mancur = Russelia equisetiformis
3 Air mata penganten = Antigono leptopus
4 Angsana = Pterocarpus indicus
5 Akasia = Acacia auriculiformis
6 Alamanda = Allamanda cathartica
7 Alang-alang air = Typa angustifolia
8 Alokasia = Alocasia sp.
9 Amarilis = Hippeastrum hybrida
10 Anyelir = Dianthus caryophyllus
11 Anggrek tanah = Spathoglotis plicata
12 Apu-apu = Pistia stratiotes
13 Asam londo = Pithecllobium dulce
14 Azalea = Rhododendron
15 Bambu kuning = Phyllostachys sulphrurea
16 Bambu jepang = Arundinaria pumila
17 Bakung = Crinum asiaticum
18 Bawang brojol = Zephyranthes sp.
19 Bayam-bayaman = Coleus sp.
20 Begonia = Begonia sp.
21 Belimbing wuluh = Averrhoa bilimbi
22 Beringin = Ficus benjamina L.
23 Biola cantik = Ficus lyrata
24 Bromelia = Bromelia sp.
25 Bugenvil = Bougainvillea spectabilis
26 Bungur = Lagerstroemia indica
27 Bunga matahari = Helianthus annuus
28 Bunga sepatu = Hibiscus sp.
29 Bunga kupu-kupu = Bauhinia purpurea Linn.
30 Cangkir mas = Solandra longiflora
31 Cempaka = Michelia champaka
32 Cemara kipas = Thuja orientalis
33 Cemara norflok = Araucaria heterophyla
34 Cengkih = Eugenia caryophyllata Thunb.
35 Cokelat = Theobroma cacao
36 Dadap merah = Erythrina cristagali
37 Daun bahagia = Dieffenbachia sp.
38 Daun beludru = Episcia cupreata
39 Daun mangkok = Nothopanax scutellarium
40 Daun mutiara = Pilea sp.
41 Daun perak = Eucalyptus gunni
42 Dahlia = Dahlia variabilis
43 Damar = Agathis dammara
44 Drasena = Dracaena sp.
45 Ekor kucing (akalipa) = Acalypha hispida
46 Eceng gondok = Eichornia crassipes
46 Flamboyan = Delonix regia Raf.
47 Futoy = Equisetum hymale
48 Gerbera = Gerbera jamesonii
49 Gladiol = Gladiolus sp.
50 Ganda suli = Hedychium coronarium
51 Glodogan bulat = Polyalthia fragrans
52 Glodogan tiang = Polyalthia longifolia
53 Hortensia = Hydrangea macrophylla
54 Hanjuang = Cordyline sp.
55 Iris = Neomarica longifolia
56 Ivy = Hedera helix
57 Jarak = Jatropha multifida
58 Jatimas = Cordia sebestana
59 Jaka randa atau jambul merak = Jacaranda acutifolia H.B.
60 Jambu biji = Psidium guajava
61 Jengger ayam = Celosia sp.
62 Jeruk = Citrus sp.
63 Kacang-kacangan = Arachis pintoi
64 Kaca piring = Gardenia jasminoides
65 Kaki laba-laba = Osmoxylum lineare
66 Kaktus = Eriosyce imitans
67 Kaliandra = Calliandra sp.
68 Kamboja = Plumeria sp.
69 Kamboja jepang = Adenium
70 Kana = Canna sp.
71 Kastuba = Euphorbia pulcherrima
72 Kayu manis = Cinnamomun burmanii
73 Kayu putih = Eucalyptus camaldulensis
74 Kecombrang atau honje = Nicolaia sp.
75 Kecubung = Brugmansia sp.
76 Keladi = Caladium sp.
77 Kelapa = Cocos nucifera
78 Kembang anting = Fuchisia sp.
79 Kembang pagoda = Clerodendrum paniculatum
80 Kembang pukul delapan = Turnera subulata
81 Kembang pukul empat = Mirabilis jalapa
82 Kembang sungsang = Gloriosa superba
83 Kenikir hias = Cosmos bipinnatus
84 Kemuning = Murraya paniculata
85 Kemuning cina = Aglaia odorata
86 Kenanga = Cananga odorata
87 Kerai payung = Filicium decipiens
88 Ketapang = Terminalia catappa
89 Ki hujan = Samanea saman
90 Kol banda = Pisonia grandis
91 Krisan = Chrysanthemum sp.
92 Krokot = Althernantera sp.
93 Kuku macan = Mucuna benneti
94 Kuping gajah = Anthurium crystallinum
95 Lantana = Lantana camara
96 Lavender = Lavandula angustifolia
97 Lengkuas merah = Alpinia purpurata
98 Leli = Hymenocllis mayor
99 Liang liu = Salix babilinica
100 Lidah buaya = Aloe vera
101 Lidah mertua = Sansevieria sp.
102 Liliparis = Chlorophytum sp.
103 Lotus = Nelumbo nucifera
104 Lolipop = Pachystachys lutea
105 Mahkota dewa = Phaleria macrocarpa
106 Mahoni = Swietenia mahogani
107 Mandevila = Mandevilla sp.
108 Maranta = Calathea sp.
109 Mawar = Rosa sp.
110 Melati = Jasminum sp.
111 Melati air = Echinodorus sp.
112 Melati jepang = Pseuderanthemum reticulatum
113 Mendong = Fimbristylis globulosa
114 Mengkudu atau pace = Morinda citrifolia
115 Monstera = Mostera sp.
116 Nolina = Beaucarnea recurvata
117 Nona makan sirih = Clerondendrum thomsoniae
118 Nusa indah = Mussaenda sp.
119 Oleander = Nerium oleander
120 Pacar air = Impatiens sp.
121 Pacing = Costus sp.
122 Pakis monyet = Dicksonia squarrosa
123 Paku jejer = Nephrolepis sp.
124 Paku sarang burung / kadaka = Asplenium nidus
125 Pala = Myristica fragrans
126 Palem botol = Mascarena lagenicaulis
127 Palem ekor ikan = Caryota mitis
128 Palem ekor tupai = Wodyetia bifurcata
129 Palem hijau = Ptychosperma macarthurii
130 Palem merah = Cyrtostachis renda
131 Palem phonix = Phoenix roebelenii
132 Palem putri = Veitchia merilii
133 Palem raja = Roystonea
134 Palem wregu = Rhapis excelsa
135 Palisota = Palisota barteri
136 Pandan wangi = Pandanus amaryllifolius
137 Pandan variegata = Pandanus pygmaeus
138 Pangkas kuning = Duranta sp.
139 Patah tulang = Pedilathus titymaloides
140 Pentas = Pentas lanceolata
141 Pegagan = Hydrocotyle sibthorpiodis
142 Peperomia = Peperomia sp.
143 Petunia = Petunia sp.
144 Pisang-pisangan = Heliconia sp.
145 Pinang = Areca catechu
146 Pinus = Pinus merkusii
147 Puring = Codiaeum sp.
148 Pohon saputangan = Maniltoa grandiflora
149 Salvia = Salvia sp.
150 Sambang darah = Hemigraphis altenata
151 Sawo kecik = Manilkara kauki
152 Sawo manila = Achras zapota
153 Sedum = Sedum morganianum
154 Seruni = Wedelia montana
156 Sikas = Cycas revoluta
157 Sikat botol = Callistemon citrinus
158 Siklok = Agave attenuata speciosa
159 Singonium = Syngonium sp.
160 Sirih = Piper betle
161 Sirih belanda = Epipremnum
162 Soka = Ixora sp.
163 Spider lily = Hymenocallis
164 Suji = Pleomele angustifolia
165 Sukun = Artocarpus communis
166 Suplir = Adiantum sp.
167 Sutra bombay = Portulaca sp.
168 Tanjung = Mimusoph elengi
169 Teh-tehan = Acalypha macrophylla
170 Teratai = Nymphaea lotus
171 Teratai mini = Nympoides indica
172 Teratai raksasa = Victoria cruziana
173 Tillandsia = Tillandsia usneoides
174 Torenia = Torenia fournieri
175 Verbena = Verbana lanciniata
176 Violces = Saintpaulia ionantha
177 Water poppy = Hydrocleys nympoides
178 Walisongo = Schefflera sp.
179 Wijaya kusuma = Epiphyllum oxypetalum
180 Zodia = Euodia suaveolens

Budidaya Bunga Dahlia (Dahlia spp. L)

Budidaya Bunga Dahlia (Dahlia spp. L)

1. SEJARAH SINGKAT
Dahlia merupakan tanaman bunga hias berupa tumbuhan tahunan yang tegak. Tanaman ini berasal dari pegunungan Meksiko. Dahlia termasuk tanaman hias yang terlambat dibudidayakan. Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789, dari Royal Botanical Garden di Madrid, Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa Barat. Walaupun perkembangannya sangat lambat, pada tahun 1841 sudah terdapat 1.200 varietas. Dahlia didatangkan ke Jawa Barat dari negeri Belanda pada masa penjajahan di abad ke 19. Saat ini dahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai belahan dunia. Di luar negeri, bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentuk kelompok pemerhati bunga dahlia seperti Dahlia Society of India, National Dahlia Society of United kingdom dan American Dahlia Society.
2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman dahlia adalah sebagai berikut:
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Keluarga : Compositae
  • Genus : Dahlia
  • Spesies : Dahlia spp. L.
Tanaman Dahlia yang dibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa mencapai beberapa meter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun tetap rendah). Bunga dahlia memiliki warna : putih, kuning, jingga, violet, merah, ungu atau campurannya. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang terbesar sekitar 30 cm. Spesies dahlia yang ada saat ini adalah D. pinnata, D. variabilis, D. coccinea, D. juarezii.
3. MANFAAT TANAMAN
Bunga dahlia kaktus yang berwarna putih selalu diperdagangkan karena merupakan jenis bunga yang banyak dipakai untuk merangkai bunga dukacita. Jenis Dahlia lain yang kaya warna (dahlia besar dan dahlia kecil) dijual di dalam polibag untuk digunakan sebagai tanaman di luar rumah. Dahlia adalah tanaman berubi. Ubi dahlia mengandung hampir 70 prosen pati dalam bentuk inulin. Inulin murni hasil ekstraksi dari ubi dahlia dimanfaatkan di bidang kedokteran. Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh jamur tanah, inulin akan berubah menjadi fruktosa, suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan makanan atau pembuatan sirup. Karena itu, pemanfaatan inulin dari dahlia melalui biokonversi menjadi gula fruktosa.
4. SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia untuk tujuan komersil, dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur (Jawa Barat).
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan.
5.2. Media Tanam
  1. Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus, memiliki tata udara baik dan gembur.
  2. Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6,0-8,0.
5.3. Ketinggian Tempat
Tanaman dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 700-1.000 m dpl.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
  1. Teknik Penyemaian Bibit
    1. Perbanyakan generatif dengan benih : Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi. Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan. Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan. Bedengan dibuat dari campuran humus, pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan perbandingan 1:1:1. Tinggi bedengan 5 cm. Bibit disebarkan merata di atas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah. Pada musim kemarau bedengan ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agar kelembaban bedengan terjaga. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaian dilakukan pada musim hujan. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat. Setelah benih berkecambah dan berdaun dua helai, penutup (daun pisang/karung goni) dibuka. Bibit dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah, pada stadia ini akar tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18x15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1). Setelah tanaman berdaun 6 helai, dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30x20 cm berisi media yang sama. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1,5-2 bulan dan siap untuk dijual.
    2. Perbanyakan vegetatif dengan stek : Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm. Untuk menghindari penyakit, gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong tunas. Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30x20 cm berisi campuran sekam padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa dipindahtanam selama 3 hari.
    3. Perbanyakan vegetatif dari ubi : Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan. Untuk mendapatkan ubi, batang tanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah.Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya.
  2. Pemeliharaan Penyemaian
    1. Tanaman di Persemaian : Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang masih mudah rusak.
    2. Tanaman di dalam polibag : Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan. Gulma jarang tumbuh, jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit, tanaman disemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarau-hujan dan musim hujan. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1 minggu sekali.
6.2. Pengolahan Media Tanam
  1. Penanaman di Polybag (dahlia mini dan dahlia besar)
    1. Media tanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata.
    2. Masukkan media ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume.
    3. Buat lubang tanam ditengah media, tambahkan 1 gram pupuk NPK.
    4. Masukkan bibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. Siram sampai lembab.
    5. Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala serangan penyakit.
    6. Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal. Kriteria penjarangan bunga adalah:
      1. Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuk tanaman Dahlia mini.
      2. Di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanaman Dahlia yang besar.
  2. Pembentukan Bedengan : Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm, tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. Setelah bedengan terbentuk, tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul. Tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah bedengan. Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm. Rapikan kembali bedengan.
6.3. Teknik Penanaman
  1. Pembuatan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm.
  2. Cara Penanaman Ubi : Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm. Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
  1. Penjarangan dan Penyulaman : Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukan sampai tanaman berumur 3 minggu. Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jika pengairan terlambat dilakukan terutama jika udara panas. Penjarangan bunga perlu dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyak supaya diameter bunga mencapai maksimum. Pada dahlia kaktus (putih) hanya satu bunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai, sedangkan pada dahlia semi kaktus dapat 5 - 6 bunga.
  2. Penyiangan : Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan serta pembumbunan. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan menghamparkan mulsa organik di antara tanaman. Ketika tanaman mencapai 1 m, tanaman dibumbun dan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah.
  3. Pemupukan : ilakukan setiap 10 hari dengan urea, SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau NPK sebanyak 5 gram. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. Pupuk diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang. Tutup pupuk dengan tanah.
  4. Pengairan dan penyiraman : Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman. Di awal pertumbuhannya, tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampai mengering. Pada saat itu, jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantung dari keadaan cuaca. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari. Penyiraman juga perlu dilakukan setelah pemberian pupuk.
7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
  1. Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.)
    • Gejala: ulat menyerang tanaman ubi dan batang. Ulat memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman sehingga tangkai daun atau batang rebah dan layu terutama di siang hari.
    • Pengendalian: dilakukan dengan membunuh ulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma, pemberian furadan walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion.
7.2. Penyakit
  1. Embun tepung/Powdery mildew
    • Penyebab: jamur Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).
    • Gejala: bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, daun akan mengering dan gugur.
    • Pengendalian: fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim dari hujan ke kemarau.
  2. Virus
    • Penyebab: jenis virus CMV, TSV, TSWV dan DMV.
    • Gejala: pertumbuhan tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil.
    • Pengendalian: mengendalikan perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips, merendam benih dalam air panas, menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida. Metode yang lebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari kultur jaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA.
8. PANEN
Panen tanaman dahlia dapat berupa bunga dan ubi Ubi yang dijadikan bahan pemanis diambil dari dahlia besar, dahlia kaktus atau semi kaktus.
8.1. Ciri dan Umur Panen
  1. Bunga: tiga bulan setelah tanam, bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4 bulan kemudian. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10 cm.
  2. Ubi: ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam.
8.2. Cara Panen
  1. Bunga: bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 20 cm dari dasar bunga. Bunga dahlia semi kaktus dipanen dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga.
  2. Ubi: seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan di dalam batang utama dapat diserap oleh umbi. Batang dipotong sampai ketinggian 10 cm dari pangkal batang, tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkat bersama-sama dengan batangnya.
8.3. Prakiraan Produksi
  1. Bunga: untuk areal tanam 1 tumbak (14 m 2 ), dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen.
  2. Ubi: besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia. Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. Dalam 10 tumbak (140 m 2 ) dihasilkan 400 kg ubi.
9. PASCAPANEN
  1. Bunga : Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang, biasanya bunga langsung dijual ke pasar bunga (konsumen).
  2. Ubi : Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai berikut:
    1. Ubi dicuci bersih, dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm.
    2. Potongan ubi digodog dengan air selama 20 menit.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya dahlia didasarkan pada luas lahan 30 tumbak (420 m2) pada tahun 1999 di Lembang, Jawa Barat.
  1. Biaya produksi :
    1. Sewa lahan 420 m2 untuk 1 musim tanam Rp. 100.000,-
    2. Bibit: 2000 @ Rp. 1.000,- Rp. 2.000.000,-
    3. Pupuk
      • Pupuk kandang Rp. 45.000,-
      • Pupuk buatan Rp. 525.000,-
    4. Pestisida Rp. 750.000,-
    5. Alat (polibag, sekam dll) Rp. 2.750.000,-
    6. Tenaga kerja Rp. 2.625.000,-
    7. Lain-lain Rp. 500.000,-
    • Jumlah biaya produksi Rp. 9.295.000,-
  2. Pendapatan: 25.000 kuntum x 16 minggu @ Rp.35,- Rp. 14.000.000,-
  3. Keuntungan Rp. 4.705.000,-
  4. Parameter kelayakan usaha : 1. rasio output/input = 1,506
Harga dahlia mini di dalam polibag antara Rp. 600,- sampai Rp. 1.000,- dan dahlia besar di dalam polibag antara Rp.1.000,- sampai Rp.1.500,-. Tanaman dijual di kebun dan selalu habis sebelum bunganya mekar. Dengan biaya produksi termasuk buruh sekitar Rp. 350,- sampai Rp. 400,- per polibag, penjualan dahlia sebagai tanaman pot atau tanaman di luar rumah akan menguntungkan.
10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Dahlia adalah tanaman hias yang sangat digemari di manca negara tetapi di Indonesia belum terlalu populer. Berbagai festival Dahlia sering dilaksanakan di Inggris, Amerika atau India. Masa depan bunga ini di Indonesia akan lebih baik seiring dengan minat masyarakat untuk menjadikan bunga sebagai salah satu kebutuhan. Sebenarnya, potensi dahlia yang sangat menjanjikan adalah tingginya kandungan inulin di dalam ubi. Inulin ini dapat diubah menjadi gula fruktosa. Saat ini Indonesia masih mengimpor gula fruktosa. Agribisnis bunga dahlia dengan tujuan menjadikannya sebagai tanaman penghasil inulin atau gula akan menghadapi masa yang cerah. Harga inulin, harga sirup fruktosa Rp. 3.100,-/kg (1990).
11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup
Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu, cara pengambilan contoh dan pengemasan.
11.2. Deskripsi : …
11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu : Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor.
11.4. Pengambilan Contoh
Dari satu partai atau lot bunga dahlia yang terdiri atas maksimum 1.000 kemasan, contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas:
  1. Contoh yang diambil semua, jumlah kemasan bunga dalam partai 1–5.
  2. Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5, jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100.
  3. Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7, jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300.
  4. Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9, jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500.
  5. Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10, jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001.
Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai, diambil satu tangkai. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat, yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut.
11.5. Pengemasan
  1. Pangkal tangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai.
  2. Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. Kuntum tidak tertutup seludang, pangkal bunga diberi kapas basah.
  3. Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. Pada bagian luar kemasan diberi tulisan:
    1. Nama barang.
    2. Jenis mutu.
    3. Nama atau kode produsen/eksportir.
    4. Jumlah isi.
    5. Negara tujuan.
  4. Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65 %.
12. DAFTAR PUSTAKA
  1. Bailey, L. H. 1937. The Standard Cyclopedia of Horticulture. Macmillan Company. New York.
  2. Fisher, A. A. Virus Infection in Dahlia-Part II. Indian Dahlia Annual 1998:57-60
  3. Lutony, T.L. 1993. Tanaman Sumber Pemanis. Penebar Swadaya. Jakarta
  4. Molzer, V. 1986. Flore des Jardins. GR√úND. Paris
  5. Vinayananda, S. 1998. Flowerbad Dahlias. Indian Dahlia Annual 1998:22-24
Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS

Budidaya Palem (Palem Putri, Botol, Merah dan Raja)

Budidaya Palem (Palem Putri, Botol, Merah dan Raja)

1. SEJARAH SINGKAT
Palem adalah tanaman hias yang bersifat kosmopolitan, keberadaannya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, di dataran rendah dan tinggi, di pegunungan dan di pantai, di tanah yang subur dan gersang.
2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman palem adalah sebagai berikut:
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledonae
  • Keluarga : Aracaceae (Palmaceae)
  • Genus : Archontophoenix,Mascarena, Cyrtostachys, Roystonea
  • Spesies : Ravenea sp. (palem putri); Mascarena lagenicaulis atau Hyophorbe lagenicaulis (palem botol), Cyrtostachys lakka (palem merah) Roystonea sp. (palem raja)
  1. Palem putri : Sekilas bentuknya seperti palem raja, daun yang lebih lebar dan warna lebih hijau. Tanaman berasal dari Madagaskar, banyak dimanfaatkan sebagai penghias pinggir jalan atau tanaman pot.
  2. Palem botol : Batang bawahnya menggelembung dan batang atas menyempit sehingga mirip bentuk botol. Pertumbuhan lambat, tajuknya sempit sehingga tidak memerlukan tempat yang luas.
  3. Palem merah : Disebut juga sebagai pinang merah dan merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di hutan rawa dataran rendah sampai 500 m dpl. Keistimewaannya terletak pada pelepah dan tulang daun yang merah menyala. Untuk mempertahankan warna merah, palem ini ditanam di tempat yang terik.
  4. Palem raja : Dikenal dengan Royal palm karena bentuknya yang menawan dengan batang yang kokoh, daun yang hijau dan segar. Pelepah yang rontok akan meninggalkan bekas lingkaran atau garis berwarna abu-abu putih. Tinggi tanaman mencapai 25- 30 m. Jenis yang banyak ditanam adalah palem raja Kuba. Spesies palem raja yang dikenal adalah Roystonea regia, R. buringuena dan R. elata.
3. MANFAAT TANAMAN
Tanaman hias dari keluarga Araceceae (Palmae) disebut sebagai Kaum Bangsawan dari Kerajaan Tanaman. Keempat tanaman palem di atas adalah tanaman di luar rumah (outdoor plant) yang dimanfaatkan sebagai penghias jalan (palem putri, raja, kadang-kadang botol) atau sebagai tanaman hias di halaman rumah (palem merah dan botol).
4. SENTRA PENANAMAN
Sentra penanaman palem terdapat di Jawa Barat dan Jakarta.
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
  1. Tanaman palem adalah tanaman tropis dan subtropis sehingga selama pertumbuhannya diperlukan penyinaran matahari penuh. Pada waktu perkecambahan dan pembibitan sebaiknya jangan terkena sinar matahari yang langsung.
  2. 2) Suhu udara yang diperlukan adalah 25-33 derajat C, dan masih tumbuh baik di luar kisaran suhu udara tropis tersebut.
5.2. Media Tanam
Tanah harus mengandung pasir. Selain itu akar tanaman ini tidak menyukai genangan air.
5.3. Ketinggian Tempat
Tanaman ini dapat tumbuh mulai dari daratan rendah sampai ke daratan tinggi.

6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
Untuk skala produksi palem diperbanyak dengan biji. Pembiakan melalui anakan memiliki resiko kegagalan bila cara yang benar tidak diterapkan.
1) Persyaratan Benih/Bibit
Di antara ke empat palem yang dibahas hanya palem merah yang menghasilkan anakan. Pemisahan anakan palem merah tergolong sulit dan memerlukan waktu sekitar satu bulan. Anakan palem merah tidak bisa dipisahkan secara mendadak dari pohon induknya. Cara pemisahan terdiri 2 cara:
  1. Cara irisan bertahap
    • Iris ¼ bagian rimpang anakan dan biarkan 10 hari.
    • Lanjutkan irisan terdahulu sampai setengah bagian rimpang dan biarkan selama 10 hari.
    • Iris kembali sampai ¾ bagian dan biarkan kembali 10 hari. Setelah itu anakan dapat dilepas dari pohon induk.
  2. Cara irisan langsung
    • Iris rimpang anakan sampai putus tetapi jangan diambil dari rumpun.
    • Biarkan irisan rimpang hidup selama beberapa bulan.
    • Gali tanah di sekitar anakan itu dan angkat dengan cara putaran.
2) Teknik Penyemaian Benih
Pembibitan dengan biji terdiri atas tiga tahap yaitu pengecambahan, penumbuhan tunas dan pembesaran bibit.
  1. Pengecambahan biji
    • Ambil buah tua yang jatuh atau buah di pohon yang kulitnya berwarna merah atau coklat kehitaman.
    • Rendam buah di dalam air dan kupas kulitnya serta daging buah dengan cara digosok.
    • Tiriskan biji dan jemur sampai kering. Biji kering dapat disimpan sampai setahun dalam wadah yang bersih, kering dan tertutup.
    • Rendam biji di dalam air yang mengandung Dithane M-45 (2cc/liter) selama 6-12 jam untuk biji lunak dan 2-3 hari untuk biji keras. Perendaman biji di dalam lumpur selama 4 hari menghasilkan biji yang lebih cepat berkecambah.
    • Masukkan biji basah ke dalam kantung plastik, polybag karung untuk merangsang perkecambahkan. Semprotkan air ke dalamnya, ikat dan taruh di tempat teduh.
    • Biji berkecambah setelah beberapa minggu: palem putri 2-4 minggu, palem merah 2-4 minggu, palem botol 8-16 minggu dan palem raja 2-4 minggu.
    • Biji yang baru berkecambah disimpan di dalam wadah berisi media mos (gambut) lembab 2-3 hari sampai radikula (calon akar) muncul.
  2. Penumbuhan tunas
    • Siapkan media tanam terdiri atas sekam padi, pasir, pupuk kandang (1:1:1). Tambahkan furadan atau Dithane M-45 sesuai dosis anjuran.
    • Masukkan media ke dalam pot, polybag atau ember sebanyak 90% dari volume wadah.
    • Benamkan 1/3 bagian kecambah, letakkan kecambah dengan jarak tanam rapat dan usahakan akar langsung menembus media.
    • Taburkan selapis pasir .
    • Tutup wadah dengan kerudung plastik bening tempatkan di tempat teduh.
    • Amati 2-3 hari, semprotkan air ke dalam kerudung jika terlihat kering, tutup kembali.
    • Setelah 1,5-3 bulan daun pertama akan tumbuh. Bibit dapat dipindahkan setelah memiliki 2-4 lembar daun.
  3. Membesarkan bibit
    • Bibit dengan 2-4 lembar daun ditanam di polibag, pot atau wadah lainnya.
    • Siapkan media campuran sekam padi, tanah dan pupuk kandang (1:1:1) dan masukkan ke dalam wadah.
    • Cabut/congkel bibit dengan hati-hati, tangan dan alat harus bersih.
    • Celupkan akar ke dalam fungisida Dithane M-45 2cc/liter.
    • Tanamkan 1 bibit di dalam tiap pot dan tempatkan di tempat teduh
    • Setiap 1,5 bulan tambahkan pupuk NPK atau pupuk kandang dengan dosis tergantung besar tanaman dan jumlah media (ukuran polibag). Untuk polibag15-20 cm cukup diberi 1 gram/tanaman (1/2 sendok teh).
    • Siram tiap hari dan sesuai keadaan cuaca.
    • Pelihara sampai 6-8 bulan. Selama itu keteduhan tempat dikurangi sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan sinar matahari terik.
3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
  1. Bibit dengan 2-4 lembar daun ditanam di polybag, pot atau wadah lainnya.
  2. Siapkan media campuran sekam padi, tanah dan pupuk kandang (1:1:1) dan masukkan ke dalam wadah.
  3. Cabut/congkel bibit dengan hati-hati, tangan dan alat harus bersih.
  4. Celupkan akar ke dalam fungisida Dithane M-45 2cc/liter.
  5. Tanamkan 1 bibit di dalam tiap pot dan tempatkan di tempat teduh
  6. Setiap 1,5 bulan tambahkan pupuk NPK atau pupuk kandang dengan dosis tergantung besar tanaman dan jumlah media (ukuran polybag). Untuk polybag 15-20 cm cukup diberi 1 gram/tanaman (1/2 sendok teh).
  7. Siram tiap hari dan sesuai keadaan cuaca.
  8. Pelihara sampai 6-8 bulan. Selama itu keteduhan tempat dikurangi sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan sinar matahari terik.
4) Pemindahan Bibit
  1. Siapkan media tanam terdiri atas sekam padi, pasir, pupuk kandang (1:1:1). Tambahkan furadan atau Dithane M-45 sesuai dosis anjuran.
  2. Masukkan media ke dalam pot, polybag atau ember sebanyak 90 % dari volume wadah.
  3. Benamkan 1/3 bagian kecambah, letakkan kecambah dengan jarak tanam rapat dan usahakan akar langsung menembus media.
  4. Taburkan selapis pasir .
  5. Tutup wadah dengan kerudung plastik bening tempatkan di tempat teduh.
  6. Amati 2-3 hari, semprotkan air ke dalam kerudung jika terlihat kering, tutup kembali.
  7. Setelah 1,5-3 bulan daun pertama akan tumbuh. Bibit dapat dipindahkan setelah memiliki 2-4 lembar daun.
6.2. Pengolahan Media Tanam
  1. Persiapan : Hanya palem botol dan palem merah yang biasa ditanam di dalam pot.
    1. Sediakan pot, sebaiknya dari tanah liat, yang ukurannya sesuai dengan bibit/tanaman palem.
    2. Siapkan media berupa tanah kebun, pasir dan humus/pupuk kandang (1:1:1) atau sekam padi, sabut kelapa dan pasir (1:2:1) dengan pH 6,5.
    3. Tanamkan palem sampai seluruh akar dan 2-3 cm di atas pangkal batang terbenam di dalam tanah. Jika akar tidak terpendam semua, pertumbuhan menjadi lebih lambat.
    4. Siram sampai media jenuh air.
  2. Pengapuran : Tambahkan kapur dolomit 200 gram/10 kg media.
  3. Pemupukan : Anakan ditanam di dalam wadah/media tanam yang berisi tanah kebun, pasir dan pupuk kandang (1:1: 2) atau sekam padi, tanah ladang dan pupuk kandang (1:1:1). Tambahkan Furadan sebelum anakan ditanam.
6.3. Teknik Penanaman
  1. Penentuan Pola Tanam : Pola tanam palem botol dan merah biasanya ditanam secara individual jadi jarak tanam tidak menjadi masalah. Selain ditanam di halaman secara indiovidu, palem putri dan raja sering dipakai sebagai pohon penghias sisi jalan . Jarak tanam untuk kedua palem tersebut antara 2,5-3 m.
  2. Pembuatan Lubang Tanam : Lubang tanam disiapkan 2 minggu sebelum tanam. Buat lubang tanam 30 x 30 x 30 cm untuk tanah berpasir dan 50 x 50 x 50 cm untuk tanah liat. Jika tanaman yang akan ditanam sudah besar, lubang tanam disesuaikan dengan luasnya perakaran
  3. Cara Penanaman : Masukkan tanaman ke lubang tanam dan timbun akar sampai pangkal batang dengan sisa tanah. Padatkan tanah di sekitar batang
6.4. Pemeliharaan Tanaman
  1. Pemupukan : Dosis pemupukan tergantung umur tanaman:
    1. Pemupukan anorganik: palem putri dan raja yang telah berukuran 3 m memerlukan 3-5 kg NPK. Palem berukuran 2-3 m memerlukan 1-2 kg NPK dan palem kecil berukuran kurang dari 2 m memerlukan 0,5-1 kg NPK.
    2. Pemupukan organik: palem putri dan raja yang telah berukuran 3 m memerlukan 5-15 kg pupuk kandang. Palem berukuran 2-3 m memerlukan 2,5-5 kg dan palem kecil berukuran kurang dari 2 m memerlukan 1-2,5 kg. Frekuensi pemupukan anorganik 2-3 kali setahun dan organik 2-4 kali setahun.
  2. Pengairan dan Penyiraman : Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan dan tergantung cuaca.
7. HAMA DAN PENYAKIT
Dibandingkan tanaman hias lainnya, palem relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jika ada, serangan hama biasanya lebih sering terjadi daripada penyakit.
7.1. Hama
  1. Belalang (Aularches miliaris dan Valanga nigricans)
    • Gejala: daun rusak ditandai dengan terlihatnya gigitan tidak teratur di tepi daun. Serangan berat, yang tersisa hanya tulang daun.
    • Pengendalian: dengan membunuh belalang, menanam tanaman peutup tanah seperti Colopogonium sp. dan Centrosema sp., penggunaan insektisida Basudin 90 SC (2cc/liter).
  2. Ulat penggulung daun (Hidari irava)
    • Gejala: helaian daun palem menggulung, daun palem tinggal tulangnya saja, kadang-kadang hanya hanya separuh anak daun yang ditinggalkan.
    • Pengendalian: dengan parasit telur Neotelenomus sp. dan Anastatus sp. Pengendalian kimia dengan insektisida Basudin 60 EC.
  3. Kutu daun palem (Aspidiotus destructor)
    • Gejala: daun menjadi merah keabu-abuan. Di permukaan daun tampak bercak menguning. Selanjutnya daun menguning semua, daun tidak tumbuh berkembang dan mati.
    • Pengendalian: dengan menggunakan parasit hama Scimnus sp. atau Cryptoghatha sp. Pengendalian kimia dengan Malathion, Kelthane, Supracide 0,05%.
  4. Kumbang penggorok daun (Brontispa longissima)
    • Gejala: merusak pohon palem muda, kumbang bersembunyi di antara lipatan anak daun muda yang belum membuka. Daun akan berkerut hingga mati.
    • Pengendalian: dengan memotong daun yang terserang, menyemprot tanaman setiap 4-6 minggu dengan insektisida berbahan aktif karbaril seperti Carbavin 85 WP, Dicarbam 85 S, Sevin 50 dengan konsentrasi 0,15 % atau berbahan aktif dieldrin seperti Dieldrin 20 Sc dengan konsentrasi 0,16 %.
  5. Kumbang palem (Anadastus sp.)
    • Gejala: kumbang menggerek daun muda kemudian ke daun tua.
    • Pengendalian: dengan insektisida Dekasulfan 350 EC atau Thiodan 35 EC.
  6. Kutu putih (Aleyrodidae sp.)
    • Kepik ini bergerombil di balik daun atau lipatannya. Cairan madu yang dihasilkan merangsang semut untuk bergerombol.
    • Pengendalian: insektisida berbahan aktif dimethoate seperti Perfekthion 400 EC.
  7. Kutu perisai (Parlatoria sp.)
    • Gejala: daun menguning yang dimulai dengan bintik kecil kuning.
    • Pengendalian: membilas daun yang sakit dengan air sabun dan penyemprotan insektisida Supracide 40 EC atau Dimacide 400 EC.
  8. Tungau merah (Tetranychus urticae)
    • Gejala: menyerang dari tanaman bagian bawah ke atas. Daun yang diserang menjadi kuning, kusam, kuning pucat dan layu bila disiram.
    • Pengendalian: dengan akarisida Kelthan, Endosan, Moroscide atau Acarin serta membersihkan gulma di sekeliling tanaman.
7.2. Penyakit
  1. Bercak daun :
    • Penyebab: jamur Fusarium sp., Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan lain-lain.
    • Gejala: pada daun tua atau muda terdapat bercak berbagai bentuk berwarna kuning atau hijau yang akan menghilang. Bercak ini meninggalkan bekas terang berwarna hitam, abu-abu dan coklat. Bagian tersebut kemudian kering. Serangan berat seluruh tajuk kering dan daun menutup. Buah akan rontok.
    • Pengendalian: memotong dan membakar bagian yang sakit, penyemprotan fungisida Dithane M-45, Difolatan 4F dengan kepekatan 0,1-0,2 %.
  2. Layu pucuk
    • Penyebab: jamur Thielaviopsis sp., Botrydiplodia sp., Fusarium sp., Chlaraopsis sp., Erwinia sp. dan Pseudomonas sp.
    • Gejala: daun mahkota layu secara tiba-tiba, daun menjadi kusam, pelepah daun bergantungan dan gugur. Kematian terjadi dengan cepat (1-3 bulan).
    • Pengendalian: memperbaiki pengelolaan tanaman termasuk pemupukan yang berimbang, sanitasi lingkungan, membuang dan membakar tanaman yang terserang.
  3. Penyakit akar
    • Penyebab: jamur parasit dan nematoda. Perubahan warna daun, ujung daun mengkerut dan kering.
    • Gejala: dapat menyebar ke pangkal daun.
    • Pengendalian: sama dengan yang dilakukan untuk penyakit layu pucuk.
8. PANEN …
9. PASCAPANEN
9.1. Pengemasan dan Pengangkutan
Palem yang akan dikirim ke tempat jauh harus dikemas sedemikian rupa agar tidak rusak (fisik dan fisiologis) sesampainya di tujuan. Untuk palem yang masih muda dan masih ditanam di dalam polibag. Pengangkutan dilakukan dengan menyusun polybag di mobil pengangkut.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Usaha Budidaya
Palem adalah tanaman yang sulit dan memerlukan waktu lama untuk dibudidayakan. Namun, harga yang dipatok termasuk tinggi dibandingkan tanaman hias tidak berbunga lainnya. Misalnya, harga 1 pohon palem botol kecil dapat mencapai Rp. 75.000. Karena perputaran modalnya yang lama, budidaya palem lebih banyak dilakukan oleh para hobiist. Di bawah ini diberikan analisis usaha pembesaran palem raja seluas 10 ha dengan jarak tanam 160 x 120 cm pada tahun1999 . Satu hektar lahan dipakai untuk prasarana, pada lahan seluas 9 hektar ditanam 45.000 pohon.
  1. Biaya produksi
    1. Biaya lahan dan bangunan
      • Sewa lahan 10 ha selama 4 tahun Rp. 40.000.000,-
      • bangunan dan penampung air (100m 2 ) Rp. 13.000.000,-
    2. Biaya peralatan
      • Peralatan kebun Rp. 500.000,-
      • Selang Rp. 9.000.000,-
      • Pompa air dan diesel Rp. 4.500.000,-
    3. Unit niaga dan diesel Rp. 4.000.000,-
    4. Tahun ke-1 :
      • Pembukaan lahan Rp. 12.500.000,-
      • Bibit @ Rp. 2.000 -/pohon Rp. 90.000.000,-
      • Pupuk kandang dan anorganik Rp. 9.180.000,-
      • Pestisida Rp. 9.150.000,-
      • Sekam padi Rp. 675.000,-
      • Bahan bakar pompa Rp. 200.000 -/bln Rp. 2.400.000,-
      • Penanaman Rp. 2.250.000,-
      • Pemeliharaan 40 TK @ Rp.120.000 -/bln Rp. 57.600.000,-
    5. Tahun ke-2 :
      • Pupuk kandang dan anorganik Rp. 16.380.000,-
      • Bahan bakar pompa Rp. 2.400.000,-
      • Pemeliharan 20 tenaga kerja Rp. 28.800.000,-
    6. Tahun ke-3 (= tahun ke-2) Rp. 47.580.000,-
    7. Tahun ke-4
      • Bahan bakar pompa Rp. 2.400.000,-
      • Pemeliharaan 20 tenaga kerja Rp. 28.800.000,-
    • Jumlah Biaya Modal Rp. 372.881.000,-
    • Bunga modal usaha 20% per tahun Rp. 74.576.200,-
    • Jumlah biaya produksi (modal + bunga) Rp. 447.457.200,-
  2. Pendapatan: 33.650 pohon @ Rp. 25.000,- Rp. 843.750.000,-
  3. Keuntungan Rp. 396.292.800,-Keuntungan/tahun/ha Rp. 9.907.320,-
  4. Parameter kelayakan usaha : 1. B/C rasio = 1,89
10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Saat ini tanaman palem sedang banyak diminati dan menjadi trend masyarakat kota dari golongan menengah dan atas sehingga harga palem saat ini labih baik daripada sebelumnya. Dengan demikian, dalam berbisnis palem, trend ini harus selalu diperhitungkan. Supaya minat masyarakat terhadap palem tidak padam, perlu dilakukan upaya perbaikan kualitas palem yang dijual, membuat penampilan tanaman yang menarik dan baru, menyebarkan informasi kegunaan palem. Perlu diingat bahwa palem sangat bersifat ornamental. Sebagai tanaman peneduh jalan, palem (misalnya palem raja, aleksander) tidak banyak berfungsi kecuali jika dipadukan dengan tanaman bertajuk lebar seperti Filisium atau flamboyan. Untuk memperkuat basis agribisnins palem, perlu pula dikembangkan teknik produksi benih dan bibit sehingga dihasilkan benih dan bibit yang berkualitas ekspor. Menembus pasaran luar negeri berarti juga mempelajari minat mancanegara terhadap palem putri, botol, merah dan raja.
11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup : …
11.2. Diskripsi : …
11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu : …
11.4. Pengambilan Contoh : …
11.5. Pengemasan : …
12. DAFTAR PUSTAKA
  1. 1) Nazaruddin, Ir & Syah Angkasa, Ir. 1997. Palem Hias. Penebar Swadaya.Jakarta.
  2. 2) Trubus no. 340. 1998. Menanam Palem Tanpa Tanah.
Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS

Tips / Trik Merawat Aneka Tanaman Hias

Tips / Trik Merawat Aneka Tanaman Hias
Sekali tempo diungkap aneka tips menyangkut tanaman Caladium, mulai dari cara tanam, penanganan umbi skala ekspor, cara memisahkan anak, teknik cungkil mata, cara kemas sampai cara potong pucuk. Penggemar atau calon penggemar caladium silakan baca.
TAHAP PENANAMAN DENGAN UMBI
1. Kemasan bahan tanam asal umbi.
2. Pangkas akar di sekitar umbi.
3. Sosok umbi utuh yang siap tanam.
4. Masukan media ke dalam pot dan benamkan umbi ke media.
5. Sisakan tunas pucuk di permukaan media.
6. Sosok umbi yang bertunas.
TAHAPAN PENANAMAN ASAL BIJI
1. Bibit asal kompot siap tanam.
2. Siapkan media dalam pot dan letakkan bibit.
3. Penuhi ruang kosong dengan media.
4. Masukan tanaman ke dalam sungkup.
PENANGANAN UMBI BERSKALA EKSPOR
1. Umbi siap panen.
2. Cuci bersih umbi.
3. Rendam dalam larutan anti jamur.
4. Keringanginkan umbi.
5. Tata umbi dalam kemasan ekspor.
6. Kemasan umbi siap kirim.
PINDAH POT
1. Tanaman siap repotting.
2. Balikan pot sambil menjepit pangkal batang.
3. Isi pot baru dengan media dan letakkan tanaman.
4. Isi ruang kosong dengan tambahan media.
5. Sosok cantik setelah repotting.
TAHAPAN PEMISAHAN ANAKAN
1. Tanaman siap dipisah.
2. Sobek sisi luar polibag.
3. Sisihkan tanaman dari polibag.
4. Pisahkan anakan dengan tanaman utama dibantu pisau steril.
5. Umbi pun turut dipisah, dibantu dengan pisau steril.
6. Sosok umbi yang telah terpisah.
7. Oleskan fungisida atau kapur pada bagian yang terluka.
8. Tanam kedua bagian, anakan dan tanaman utama secara terpisah.
TEKNIK CUNGKIL MATA TUNAS
1. Iris mata tunas membentuk kotak.
2. Congkel mata tunas keluar dari umbi.
3. Sosok umbi yang telah diambil salah satu mata tunasnya.
4. Mata tunas yang telah diiris.
5. Iris mata tunas menjadi 2-4 bagian.
6. Irisan umbi siap semai.
TEKNIK PENGIRISAN UMBI UTUH
1. Umbi siap iris minimal berdiameter 2 cm.
2. Bersihkan umbi dari tanah yang melekat dengan sikat halus dan air mengalir.
3. Potong umbi tepat di tengah tunas menjadi 2 bagian.
4. Potong irisan umbi menjadi bagian lebih kecil.
TAHAPAN PENANAMAN IRISAN UMBI
1. Cuci irisan umbi di air yang mengalir hingga getah hilang.
2. Rendam dalam larutan fungisida 10-15 menit.
3. Keringanginkan irisan umbi di atas koran.
4. Semaikan umbi di atas media. Lalu tutup dengan plastik bening.
5. Pada musim panas, lapisi lagi media dengan plastik hitam dan letakkan di bawah shading net 80%.
6. Bibit umur 30 hari setelah semai.
CARA KEMAS
1. Singkirkan tanah yang melekat pada caladium poy dan cuci hingga bersih.
2. Pangkas akar.
3. Pangkas batang utama, sisakan sekitar 2 cm dari pangkal batang.
4. Penampilan umbi siap kemas.
5. Beri nama tanaman pada label.
6. Kemas dalam plastik dan siap dikirim.
CARA MENYIMPAN BENANG SARI
1. Sosok bunga keladi hias
2. Buka pelepah bunga, kerok benang sari secara hati-hati
3. Kumpulan benang sari yang sudah diambil
4. Simpan dalam wadah plastik
TAHAP PENYILANGAN
1. Siapkan bunga dari indukan betina yang akan disilang
2. Bunga dibuka melingkar. Dimulai dari bawah ke atas
3. Betina siap kawin 1 hari sebelum jantan. Cirinya seludang berwarna kuningdan mengeluarkan warna
4. Sosok putik dari indukan betina, siap dikawinkan
5. Benang sari dioleskan ke sekeliling putik
6. Pastikan benangsari dioleskan secara merata
7. Agar aman beri alat penyangga
8. Linungi bunga dari hujan dan angin dengan bantuan plastik
YANG PELU DIPERHATIKAN SAAT PEMBIAKAN BIJI
1. Pot atau wadah harus diletakkan di tempat yang rindang, cara menyebar biji jangan terlalu padat (mencegah persaingan, tumbuh tudak sempurna)
2. Gunakan plastik untuk mencegah kedatangan serangga atau semut
3. Cara melakukan penyiraman, sebaiknya siram di permukaan tanah, jangan langsung mengenai tanah
TIPS MEMBUAT SUNGKUP TUNGGAL
1. Kawat aluminium dibuat seperti kurungan ayam. Di lingkar bagian bawah diberi pengait. Tujuannya untuk dikaitkan ke bibir pot, sehingga kurungan tidak menyentuh tanah. Ukuran kurungan harus lebih besar ketimbang tanaman
2. Lalu kerangka dilapisi plastik. Bagian atas diikat erat. Bagian bawah, plastik diikat dengan karet sampai ke pot
3. Gunakan pot yang mampu menyimpan air dan di bawahnya diberi air
TENIK POTONG PUCUK
A. Tanpa memotong tunas atas
1. Tunas tumbuh perlahan
2. Dominasi apikal terbentuk, sehingga tunas samping tidak terbentuk
3. Dalam 1 umbi hanya tumbuh 4-5 daun
B. Memotong tunas atas
1. Potong tunas atas 1
2. Tunas samping tumbuh
3. Jumlah daun lebih banyak
SYARAT POTONG PUCUK
1. Diameter umbi 3,75-6,25 cm
2. Lebar pemotongan tunas ¼ bagian dari diameter tangkai daun
3. Beberapa pucuk dalam umbi yang berukuran sama dapat dipotong pucu. Namun, perlakuan potong pucuk tidak dilakukan bila terdapat 5 pucuk berukuran sama

Merawat Tanaman: Indoor dan Outdoor Saat Penghujan

Tanaman indoor dan outdoor jangan dibiarkan saat penghujan tiba karena akibatnya bisa fatal Iho. Ada kok perlakuan khusus bagi keduanya. Penghujan merupakan musim yang patut diwaspadai bagi hobis tanaman indoor maupun outdoor. Mengapa? Sebab musim hujan bisa membikin tanaman bisa cepat mati. Hal ini disebabkan kondisi lembab yang ditimbulkan musim hujan tersebut.
Yang jelas kelembaban mikro di sekitar tanaman makin meninggi. Akibatnya tanaman rentan ditumbuhi jamur dan bakteri. Bagaimana cara merawat tanaman ini selama musim penghujan?
Selama musim hujan, tanaman harus sering dipangkasi. Pemangkasan daun ini berfungsi untuk mengurangi kelembaban maikro di dalam tanaman. Seperti apa daun yang perlu dipangkas? Daun yang wajib dipangkas adalah yang jadi penyebab kelembaban berlebih di sekitar batang tanaman.
Kebanyakan jenis tabulampot yang berdaun lebat wajib mengalami proses pemangkasan. Daun yang dipangkas adalah daun muda atau susu yang tumbuh mengarah ke dalam batang tanaman. Orang Jawa lazim menyebutnya dengan istilah tunas wiwilan. Karena jadi penyebab kelembaban tinggi pada tanaman, tunas ini sebaiknya dipotong saja. Tunas ini pun dalam tanaman jarang kebagian sinar matahari. Sehingga proses berganti dengan cepat. Apalagi kalau hujannya tidak rutin. Nah, fungsi Dolomit adalah menyetabilkan pH tanah sehingga akar tanaman tetap mudah menyerap hara.
Pemberian Dolomit ini cukup mudah. Untuk tanaman yang berada di dalam pot berdiameter 40 s/d 50 cm, pemberian Dolomit cukup 5 sendok makan dengan cara ditebar di sekitar permukaan tanah. Paling cocok ditebar saat awal-awal musim hujan. Dengan Dolomit, daun tanaman terhindar dari pembusukan. Pembusukan daun ditandai dengan warna menguning lalu coklat kering.
Media ini memiliki kelebihan mampu menahan air dan pH-nya tidak gampang turun.
Saat hujan itu, media perlu dikurangi sedikit saja. Contoh kasus pada pot anggrek. Bila mengunakan media arang, maka jumlah arangnya harus dikurangi saat penghujan. Bila akar anggrek belum membelit arang, sebaiknya diambil arang tersebut. Hal ini untuk menghindari pembusukan pada akar dan batang anggrek. Baru saat musim kemarau, arang bisa ditambahi lagi. Inilah perbedaan perawatan musim hujan antara tanaman indoor yang bermedia bukan tanah.
Tip ketiga adalah memberikan pupuk NPK. Pupuk ini cukup mudah pemakaiannya. Caranya dipendam di dalam media tanam sejauh 15 cm dari batang tanaman. Saat terkena air hujan, pupuk ini akan larut dengan sendirinya di dalam tanah. Jika pemberian dilakukan saat kemarou, maka pupuk ini horus dilarutkon dolam air dulu, lalu disiramkan di sekitar akar.
Tip keempat adalah penyemprolan fungisida. Penyemprotan fungisida ini bisa dicampur dengan insektisida.
Untuk menghindarkan penyemprolan yang sia-sia, lihat kondisi cuaca terlebih dahulu. Bila hari ini hujan dan besok tidak, mako besok paling baik menyemprotkan kedua bahan tadi. Atau bila pagi hari ini cerah, maka bahan tersebut bisa disemprotkan. Obat ini akan mengering dan melapisi tanaman dalam waktu 2-3 jam setelah semprot.
Penyemprotan paling bagus dilakukan seminggu 2 kali. Efektif penyemprotan dilakukan pagi dan sore. Pagi antara pukul 06.00 s/d 08.00. Karena saat pagi hari stomata terbuka lebar dan serangga lagi aktif menyerang sehingga tepat pada sasaran. Usahakan menggunakan spray kecil dan semprot pada permukaan daun bagian bawah karena merupakan tempat sarang hama.
Tip kelima adalah melakukan penggemburan dan penyiangan pada tanah. Tanaman outdoor yang memakai media tanah harus digemburkan. Hal ini berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik tanah terutama memperbaiki porositasnya.
Tip keenam adalah menempatkan pot tersebut lebih tinggi dari tanah. Fungsinya agar terhindar dari genangan air. Beberapa kota atau lahan di rumah Anda, pastinya akan terkena banjir atau tergenang air sebagian. Pot yang tergenang akan membuat tanah selalu lembab, hal ini fatal untuk akar karena bisa membusuk. Cara paling mudah adalah menempatkan pot pada pilar atau rak. (agrobis)

kata kunci pencarian di google

pusat penjualan tanaman hias makassar, jual tanaman hias di makassar, cari tanaman hias di makassar, penjual tanaman hias di makassar harga termurah tanaman hias di makassar, harga tanaman hias di makassar,supplier tanaman hias di makassar, tanaman hias makassar,jual tanaman pelindung di makassar,tanaman landscape di makassar,budidaya tanaman hias dan pelindung di makassar,jual rumput hias di makassar, penjual rumput gajah mini di makassar,petani rumput hias di makassar,harga termurah rumput di makassar, dimana jual tanaman hias di makassar, dimana jual rumput gajah mini di makassar, petani rumput di makassar, mengerjakan penanaman rumput di makassar, tukang taman di makassar, mengerjakan taman di makassar, ahli taman di makassar, khusus tukang taman di makassar, spesialis mengerjakan taman di makassar, mengerjakan taman perumahan di makassar, membuat desain dan anggaran taman di makassar,harga pembuatan taman di makassar,dasar harga pembuatan taman di makassar, tukang rawat taman di makassar,spesialis merawat taman skala besar dan kecil,perusahaan yang bergerak di bidang perawatan taman di makassar tukang rawat taman,tukang rawat taman di makassar, tempat penyewaan tanaman hias di makassar, perusahaan penyewaan tanaman hias di makassar, rental tanaman hias di makassar, harga penyewaan tanaman rental di makassar, rental tanaman termurah di makassar, penyewaan tanaman hias di makassar

Taman Minimalis di Halaman Rumah Berbentuk T

Taman Minimalis di Halaman Rumah Berbentuk T

Taman Minimalis di Halaman Rumah Berbentuk T

Dengan konsep penataan yang simpel, lahan berbentuk T bisa disulap jadi taman minimalis yang rapi dan anggun. Klop dengan karakter rumahnya.

Adalah Ryan Chen, pemilik rumah di kawasan Bandung Utara yang sejak awal mewanti-wanti perancang tamannya dari X-otic Landscape & Aquascape agar membuat taman yang simpel dan moderen sesuai dengan karakter rumah yang minimalis moderen.
Dalam hitungan minggu lahan itu disulap menjadi taman yang berfokus pada water wall dan kolam. Di depan kolam, dengan posisi asimetris ditempatkan pot tinggi yang ditumbuhi melati air. Yucca atau tombak raja dijadikan focal point . Di sekelilingnya ditanami adam hawa. Sedang pada sisi kanan memanjang berjajar agave yang dibatasi dengan hamparan kucai. Yang unik adalah penempatan stepping stone yang ditata acak. “Ini mengacu pada gaya retro, yang terlihat acak tapi fungsional,” jelas Andie, sang perancang.
Sebagai ground cover dipilih rumput gajah manila mini yang tebal dan rapat. Lahan miring disiasati Andie dengan membuat undakan. Pada sisi kanan dimasukkan unsur zen dengan adanya 5 bulatan batu dengan ukuran berbeda. Batu yang ditata di atas kerikil warna putih itu makin menambah nilai estetika taman minimalis chic ini. “Kalau Anda ke sini malam hari, pandangannya bagus. Saya suka duduk ngobrol bersama teman-teman menikmati taman,” ujar Ryan Chen.
Foto: Dok. Garden

NAMA LATIN BEBERAPA JENIS TANAMAN HIAS


sentra tanaman hias makassar
NAMA LATIN BEBERAPA JENIS TANAMAN HIAS
agas nursery.Tanaman hias menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Hal ini dimotivasi oleh tingginya kebutuhan masyarakat  akan seni dan rekreasi baik dikawasan pedesaan, terlebih dikawasan perkotaan. Tanaman hias, selain prospek untuk agribisnis perkotaan juga sangat bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Namun untuk pengembangan dan pemanfaatannya, diperlukan pengetahuan dan keterampilan mengenai seluk-beluk tanaman hias itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa daftar nama daerah dan nama latin tanaman hias yang umumnya dikembangkan di Indonesia.
1
-
2
-
3
4
5
6
7
8
9


Andi Amirullah, Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar. Catatan ini adalah tugas review materi mata kuliah Budidaya Tanaman Hias  yang disusun berdasarkan materi kuliah dan beberapa literatur dari buku dan internet.

untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi
agas nursery / sentra tanaman hias makassar 
jl.danau tanjung bunga makassar no 13 sul-sel
contack person : ary gasebo
hp                      : 081 3436 400 44
imail                   : arygasebo@rocketmail.com